Kita adalah tetangga dan teman sejak kecil. Pada tahun 2022, Mas Dedid dengan keberaniannya menghubungiku melalui akun Instagram. Dengan hati yang bertanya-tanya mengapa ada pesan masuk darinya, akhirnya aku membalas pesan tersebut. Tidak lama kemudian, kami hampir setiap hari saling memberi kabar, namun hanya sebagai teman tanpa pernah berpikir bahwa suatu saat pertemanan ini akan tumbuh menjadi sebuah cinta.
Seiring berjalannya waktu, Mas Dedid memberanikan diri mengajakku untuk pergi jalan-jalan. Semakin lama, hati ini semakin merasakan kenyamanan. Tak lama kemudian, akhirnya kami berdua saling mengungkapkan perasaan satu sama lain.
Kami pun menjalin hubungan yang bisa dikatakan cukup lama. Namun, pada tahun 2023, hubungan kami harus berakhir, dan kami menjalani kehidupan masing-masing dan tetap menjadi teman baik.
Pada tahun 2024, Mas Dedid kembali menanyakan kabarku dan ingin memperbaiki hubungan yang dulu pernah putus di tengah jalan. Akhirnya, aku memutuskan untuk memberikan kesempatan dan memperbaiki hubungan yang pernah berakhir tersebut.
Pada September 2024, aku harus pergi bekerja ke Nusa Tenggara Timur. Kami pun harus menjalani hubungan jarak jauh (LDR) untuk sementara waktu. Seiring berjalannya waktu, hubungan kami sempat goyah. Namun, Mas Dedid terus berusaha meyakinkanku bahwa ia bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik agar aku tidak meninggalkannya.
Pada tahun 2025, aku kembali pulang ke Jawa. Setelah bertemu, kami pergi bersama untuk melepas rindu dan membicarakan hubungan kami ke depannya. Saat itu aku berkata, jika memang ia bersungguh-sungguh ingin menikah denganku, maka ia harus datang menemui orang tuaku dan meminta restu mereka.
Dan ya, ia membuktikan cintanya kepadaku dengan datang menemui kedua orang tuaku. Meskipun beberapa kali aku merasa ragu, ia menepati janjinya untuk selalu mencintaiku dan menikahiku.